Ikut Berperan dalam skenario Allah SWT

Posted by Noer Rachman Hamidi on Thursday, October 23, 2014


“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kedzaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kedzaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana bumi telah dipenuhi sebelum itu oleh kedzaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun.” (HR. Thabrani).

Skenario Allah pasti terjadi dengan atau tanpa peran pemimpin kita, demikian pula skenario Allah pasti terjadi  baik kita ikut berperan di dalamnya ataupun kita tidak ikut berperan. Ketika kita diperintahkan oleh Allah untuk melakukan sesuatu seperti memakmurkan bumi misalnya, bukan karena Allah membutuhkan kita untuk memakmurkan bumi ini.

Tetapi itu semata adalah kesempatan terbaik kita untuk menjadi tentaran Allah dalam memujudkan kemakmuran yang memang sudah diskenariokanNya. Dengan atau tanpa kita, bumi pasti makmur seperti yang dijanjikanNya – yang tidak pasti adalah apakah kita terlibat di dalam memakmurkannya atau malah sebaliknya – yang terlibat dalam merusaknya.

Ini sama dengan perintah berperang seperti dalam ayat berikut : 
“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 9:39)

Jika kita tidak berbuat seperti yang diperintahkan untuk berbuat, misalnya perintah untuk beriman dan bertakwa untuk dihadirkannya keberkahan dari langit dan dari bumi (QS 7:96), atau perintah untuk beriman dan beramal shaleh untuk dijadikannya kita memimpin dunia (QS 24:55), atau perintah untuk mengikuti kitabNya agar dicukupkan rezeki dari bawah kaki dan dari atas kita (QS 5:66) – maka bila ini semuapun tidak kita lakukan,  bisa jadi kita tetap makmur secara duniawi, dunia tetap ada yang memimpin dan kita tetap bisa makan – hanya saja semuanya yang mengurusi orang lain dan kita kehilangan kesempatan emas kita untuk berbuat seperti yang diperintahkanNya atau dicontohkan oleh rasulNya.

Kita sudah melihat begitu banyak contoh-contoh kegagalan umat ini. Kegagalan dalam politik, dalam ekonomi, dalam budaya, pendidikan dan peradaban – semuanya antara lain karena berangkat dari cita-cita dan contoh yang salah.

Kita lebih menyukai menggunakan rujukan buatan manusia daripada tuntunan dari Maha Pencipta:
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan "lahwa al hadist" (rujukan/hukum tidak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (QS 31:6).

Dalam ekonomi syariah misalnya, teman-teman yang bergerak di bank, asuransi , pasar modal syariah dan lain sebagainya gagal mencapai market share yang berarti di tengah penduduk muslim yang 87 % negeri ini. Mengapa ?, ya karena contohnya salah.

Mereka justru mencontoh bank, asuransi dan pasar modal yang seharusnya digantikannya. Mereka mengikuti aturan main yang sama, skenario yang sama bahkan juga produk-produk yang sama – bagaimana mungkin hasilnya bisa berbeda ? Padahal karakter dari petunjuk kita itu adalah tegas dan jelas:
“…Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS 2:185).

Wallahu A'lam.

Description: Ikut Berperan dalam skenario Allah SWT
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Ikut Berperan dalam skenario Allah SWT
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Ikut Berperan dalam skenario Allah SWT ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://www.noer-rachman.biz/2014/10/ikut-berperan-dalam-skenario-allah-swt.html

Bookmark and Share

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah